Promia Jepang | Bedah Buku & Diskusi SETRUM WARSITO
352
post-template-default,single,single-post,postid-352,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Bedah Buku & Diskusi SETRUM WARSITO

Kajian temu tokoh Pengajian Profesional Kanto kali ini bekerjasama dengan PPI Tokodai menghadirkan Bapak DR. Warsito Purwo Taruno dalam acara yang bertajuk Bedah Buku & Diskusi Terbuka “Setrum Warsito” yang akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 4 November 2017 bertempat di Tokyo Institute of Technology, Ookayama Campus, Gedung Ishikawadai 6. Tema yang diusung adalah “Kontribusi Anak Bangsa bagi Kemajuan IPTEK Masa kini”.

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”1″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_thumbnails” override_thumbnail_settings=”0″ thumbnail_width=”240″ thumbnail_height=”160″ thumbnail_crop=”1″ images_per_page=”20″ number_of_columns=”0″ ajax_pagination=”0″ show_all_in_lightbox=”0″ use_imagebrowser_effect=”0″ show_slideshow_link=”0″ slideshow_link_text=”[Show slideshow]” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]

Acara diawali dengan paparan dari Pak Warsito tentang pekerjaan riset dan inovasi teknologi yang dikerjakan oleh beliau dan timnya di Indonesia. Riset dan teknologi yang dikembangkan berhasil menarik perhatian bahkan kampus terkenal di Jepang seperti Tokodai mau untuk menjalin kerjasama (MOU) pada tahun 2009 dengan EdWar Technology, diikuti oleh Kyoto University dan Chiba University. Tawaran kerjasama teknologi tidak hanya datang dari Universitas, industri dan badan riset di Jepang pun banyak yang tertarik untuk menjadi partner dan melakukan kerjasama yang lebih dalam. EdWar Technology memulai riset di Indonesia dari 2004 di bidang flow dinamic, kemudian tahun 2008 mengaplikasikan SonaCTx untuk scanner silinder CNG, tahun 2010 aplikasi medis untuk scan aktivitas otak manusia, mendeteksi kanker di payudara; yang belakangan ini cukup menjadi perbincangan hangat di berbagai media terkait masalah pro dan kontra seputar . Proposisi EdWar Technologi adalah mengembangkan sumber energi rendah untuk aplikasi diagnostic dan treatment baik aplikasi di industri maupun medis. Teknologi yang dikembangkan adalah ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography (yang dipatenkan di US), ECCT (Electro Capacitive Cancer Teraphy) yang dipatenkan di Indonesia yang mengundang kontrovesi yang luar biasa dan aplikasi capacitive, teknologi kapacitive di sport yang juga dipatenkan di Indonesia.

Perkembangan teknologi di Indonesia yang berkaitan dengan Kanker kaitannya dengan Pak Warsito oleh Ibu Fenty Effendi dituangkan dalam sebuah buku. Beliau menuliskan apa-apa yang menjadi pertanyaan sebagian besar orang dan menjadi fakta penting yang harus ditulis sebagai catatan sejarah.

Sesi berikutnya giliran Ibu Fenty menyampaikan prespektifnya sebagai penulis buku Setrum Warsito – kisah dibalik penemuan rompi anti kanker. Menurut beliau kisah perjalanan hidup Pak Warsito sangat memberikan inspirasi misalnya bagaimana jatuh bangunnya dalam membangun perusahaan berbasis research, selain itu soal kanker itu sendiri sebagai penyakit yang mematikan dan Pak Warsito orang Indonesia bisa menciptakan teknologi yang dapat menjinakkan sel kanker ditengah keterbatasan dokter ahli kanker (onkolog), ditengah keterbatasan fasilitas kemoterapi kita dan biaya tinggi yang harus dikeluarkan oleh penderita kanker merupakan suatu hal yang menarik. Beliau juga menggaris bawahi Pak Warsito tidak ”mutung”, tidak berhenti dan tidak pergi meninggalkan Indonesia dan mencari kesempatan di negara lain yang menawarkan banyak fasilitas dan materi buat Pak Warsito tetapi justru terus berbuat untuk kemanusiaan.

Kesan yang paling kental yang ingin disampaikan dari ditulisnya buku setrum warsito menurut Bu Fenty adalah merupakan salah satu cara agar kita membuka mata dan pikiran tentang sebuah teknologi sebelum kita menghakimi atau menuduh tanpa mengetahui terlebih dahulu alasannya secara komprehensif. Sedangkan menurut Pak Warsito sendiri adalah kita dilahirkan di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dengan segala keterbatasan dan kondisi yang ada, yang harus menjadi pilihat bagi kita untuk berusaha, apa yang bisa kita lakukan bukan mengutuk keadaan. Selamanya bila kita tidak melakukan sesuatu kondisi Indonesia tidak berubah dan itu tanggung jawab kita. Itu lah salah satu pesan yang ingin disampaikan oleh buku setrum warsito. Beliau menegaskan dengan membacakan pribahasa Yunani, Nil actum credens cum quid supressed agendum yang artinya kalau masih ada yang bisa dilakukan, berarti langkah belum berakhir.

Terakhir sebagai penutup, buku ini sangat layak untuk dibaca oleh siapa saja. Setidaknya berisi kisah perjuangan tanpa kenal kata menyerah, kemanusian dan pengorbanan, teknologi dan satu hal yang menjadi kunci adalah KONTRIBUSI KEMANFAATAN.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Oleh Ahmad Atsari Sujud

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.