Promia Jepang | Cerita Pengalaman Haji dari Jepang 2019
816
post-template-default,single,single-post,postid-816,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Cerita Pengalaman Haji dari Jepang 2019

Alhamdulillah PROMIA mengadakan Kopdar September 2019 di Masjid Indonesia Tokyo dengan Tema Berhaji dari Negeri Sakura. Terdapat 4 pembicara. Yaitu Ustadz Fata Fahmi, Riski Wirawan, Husni Thamrin, dan Dedy Eka.

Ustadz Fata membawakan tema tausyiahnya yaitu Urgensi Berhaji. Beliau menyampaikan bahwa Haji itu bukan hanya sekedar ‘bila mampu’. Akan tetapi, kita meminta untuk dimampukan (cari ayatnya).
Ustadz Fata memberi contoh-contoh ekstrim perjuangan kisah orang yang berhaji. Ada orang Pekalongan yang berangkat dari kampungnya berjalan kaki menuju Mekkah. Ia berjalan kaki dengan total 12.000 km. Dengan mendengar adanya orang yg memiliki perjuangan seperti ini tentunya kita merasa malu jika kita tidak segera melaksanakan haji.

Kemudian, Mas Riski Wirawan membawakan tema persiapan sebelum keberangkatan. Terdapat banyak tips-tips yang dapat memudahkan dan menghemat uang calon haji ketika pada tahap persiapan. Contohnya, disarankan jika sedang pulang ke indonesia sebelum berhaji untuk melakukan vaksinasi. Karena, vaksinasi di Jepang bisa 3 kali lipat lebih mahal.

Pembicara berikutnya adalah Pak Ahmad Husni Thamrin dengan tema Rukun Haji: Ihram hingga Tahalul. Rukun Haji adalah kegiatan yang jika tidak dilakukan, akan membatalkan Haji tersebut.
Beliau banyak berbagi tentang ilmu yang jarang disampaikan pada saat manasik haji. Karena, pada saat umrah dan haji, tidak didampingi muthawwif, sehingga banyak terdapat kebingungan, salah satunya dalam mencari jalan.
Seperti, apa penanda tempat sa’i? dan sebagainya.

Pembicara yang terakhir adalah Mas Dedy Eka dengan tema Wajib Haji, yaitu kegiatan saat Haji yang jika tidak dilakukan, harus membayar dam (denda). Beliau banyak menampilkan foto-foto menarik tambahan. Seperti apa makanannya, hotelnya, eksibisi sejarah Al-Qur’an di Madinah, dan lain-lain.

Sesi yang terakhir adalah sharing dari anggota PROMIA yang mengikuti Haji pada tahun 2019. Ada yang bercerita pengalamannya membawa anak umur 8 tahun untuk berhaji. Ada juga yang menceritakan bagaimana Do’a-Do’a yang dipanjatkan pada saat berhaji itu dikabulkan. Dan berbagai kesan-pesan lainnya yang membuat kita semakin semangat untuk menyempurnakan Rukun Islam.

No Comments

Post A Comment