Promia Jepang | Halal Bihalal PPKANTO 2017 (Last Lecture mas Donny)
343
post-template-default,single,single-post,postid-343,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Halal Bihalal PPKANTO 2017 (Last Lecture mas Donny)

Tokyo, 17 Juli 2017.
Siang itu matahari sangat terik menyinari area Kanto dan sekitarnya, hari itu adalah hari libur nasional. Penduduk Jepang sedang menikmati hari libur nasional yang bernama Marine Day atau disebut juga dengan Ocean Day atau Sea Day alias Hari Laut. Dalam Bahasa Jepang sendiri hari ini disebut dengan 海の日alias Umi no Hi. Hari ini diperingati sebagai rasa terimakasih bangsa Jepang kepada laut yang menjadi bagian penting dari Jepang sebagai sebuah negara kepulauan.

Namun demikian ada yang jauh lebih menarik bagi para anggota Pengajian Profesional Kanto yaitu adanya last lecture yang akan disampaikan oleh senpai (先輩) Dr.Eng., Danardono Dwi Antono. Dalam kesempatan ini mengambil tema “Kontribusi Individu terhadap Umat”. Beliau sudah tinggal selama 22 tahun di Jepang dan akan balik untuk seterusnya (back for good) ke Indonesia. Sepak terjang beliau tidak diragukan dalam memberikan kemanfaat terhadap umat Islam di negeri Sakura ini, dan saat ini waktunya menurunkan pengalaman dan spiritnya ke kami semuanya di PP Kanto. Pertemuan kali ini diselenggarakan di rumah Bapak Fauzan Saiful Haq Mukarram yang saat ini bekerja di Toshiba. Mas Donny, demikian kami akrab memanggilnya, memulai paparannya dengan profil dan pengalamannya dilanjutkan dengan perbandingan Tokyo di tahun 1995 dan 2017 dimana saat ini sangat banyak kemudahan-kemudahan yang dapat menunjang kehidupan muslim di Jepang. Beliau melanjutkan dengan menjelaskan landasan amal sebagai motivasi dan menekankan kesalehan sosial disamping kesalehan sebagai pribadi. Selanjutnya tibalah pada inti pembicaraan yaitu achievement yang sudah dicapai oleh muslimin di Jepang dan isu-isu yang terus membutuhkan kontribusi umat untuk umat. Paparan ditutup dengan refleksi yang menekankan seberapa jauh peran yang sudah kita berikan untuk perkembangan Islam di Jepang sekaligus dorongan untuk mengambil peran dalam berbagai urusan keislaman. Diberikan pula contoh nilestone kontribusi untuk masyarakat Islam di Jepang.

Slide Materi

Video

Saat jeda sebelum masuk ke sesi ke dua yang akan disampaikan oleh Bapak Yus Dwi Handoko (Network expert di Rakuten), tuan rumah menghidangkan kembali berbagai suguhan makanan dan minuman termasuk es buah dan bakso yang sangat nikmat untuk disantap bersama.

Selanjutnya materi disampaikan oleh Pak Yus dengan mengambil tema bahasan furusato nozei ふるさと納税 (hometown tax) alias pembayaran pajak ke kampung halaman. Furusato nozei adalah pengalihan sebagain pembayaran pajak oleh orang-orang yang tinggal di perkotaan ke daerah-daerah dengan maksud untuk menggerakkan ekonomi di daerah daerah tersebut. Hal ini dikarenakan di daerah-daerah saat ini populasi orang tua-tua meningkat (bukan usia produktif pajak) sehingga pendapatan pajaknya menurun sedangkan di kota pendapatan pajaknya naik sehingga perlu diratakan dengan furusato nozei.

Video

Slide Materi

Furusato nozei sudah berlaku agak lama hanya saja mulai tahun lalu ketika ada perubahan atauran-aturannya yang jauh lebih mudah sehingga lebih banyak orang yang menggunakan furusato nozei. Salah satu yang menarik sehingga furusato nozei banyak diminati adalah adanya tanda terima kasih dari kota yang menerima pajak kita berupa barang-barang yang nilai pasarnya bisa cukup tinggi mencapai sekitar 30-40 persen bahkan ada yang sampai 50 persen dari donasi yang kita berikan. Selanjutnya Pak Yus menjelaskan dengan cukup detail disertai contoh simulasinya sehingga memudahkan bagi kita untuk memahaminyadan tentunya terangsang untuk mempraktekkannya.

Setelah selesai pemaparan dari kedua pembicara maka dilanjutkan sholat ashar dan penyampaian informasi tentang PP Kanto dan diakhiri dengan penutup.

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”2″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_thumbnails” override_thumbnail_settings=”0″ thumbnail_width=”240″ thumbnail_height=”160″ thumbnail_crop=”1″ images_per_page=”20″ number_of_columns=”0″ ajax_pagination=”0″ show_all_in_lightbox=”0″ use_imagebrowser_effect=”0″ show_slideshow_link=”0″ slideshow_link_text=”[Show slideshow]” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]
Artikel oleh Ahmad Atsari Sujud

 

No Comments

Post A Comment