Promia Jepang | Kita Kyushu Smart Community
168
post-template-default,single,single-post,postid-168,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Kita Kyushu Smart Community

ditulis oleh M. Ashari Hadianto, S.T. *)

photoPada tanggal 29 Oktober 2012, The Japan Society of Mechanical Engineers (JSME) menyelenggarakan kunjungan ke salah satu kota di Kyushu yang merupakan pilot project pertama Jepang dalam pengembangan kota ramah lingkungan dan swasembada energi. Para peserta kunjungan berasal dari kalangan profesional industri maupun akademisi. Alhamdulillah, penulis berkesempatan ikut serta dalam kunjungan satu hari ini yang bertema 新エネルギーを取り入れたスマートコミュニティ実証サイト見学 atau bisa diartikan sebagai Kunjungan ke kota pintar berbasis energi baru. Kota ini terletak di Prefektur Fukuoka, akses terdekat dapat ditempuh melalui Kita Kyushu airport dilanjutkan dengan perjalanan bus 40 menit atau dengan shinkansen sampai Kokura station disambung bus 30 menit.

Pada awalnya lokasi ini adalah milik Nippon Steel Corp (sekarang Nippon Steel & Sumitomo Metal). Kemudian berkat inisiatif dan perhatian penduduk sekitar terhadap pencemaran lingkungan akibat proses peleburan biji besi, Pemerintah Kota Kita Kyushu dan Nippon Steel Corp beserta penduduk lokal bekerja sama untuk mewujudkan kota yang ramah lingkungan. Luas total wilayah ini mencapai 120 hektar dan menjadi basis lebih dari 60 perusahaan yang sebagian besar bergerak di bidang energi terbarukan dan teknologi informasi. Namun tentu saja, industri terbesar masih dipegang oleh Nippon Steel & Sumitomo Metal.

Kebutuhan utama energi listrik kota ini dipasok dari gas turbine oleh Higashida Power Plant. Selain listrik, energi dalam bentuk uap panas ataupun hidrogen didistribusikan ke konsumen industri maupun perumahan. Disamping itu, dalam upayanya mengurangi emisi CO2 hingga 50% sampai tahun 2014, pemanfaatan solar energy, wind energy dan fuel cell sangat umum dijumpai di fasilitas publik dan perumahan. Karakteristik yang membedakan kota pintar ini dengan daerah lain pada umumnya adalah tarif listrik yang dinamis berdasarkan supply & demand energi dan distribusi waktu. Tarif listrik tinggi ketika permintaan listrik naik yang biasanya terjadi di hari kerja dan siang hari. Sebaliknya, ketika permintaan rendah, tarif akan diturunkan, dan pada keadaan ini konsumen memanfaatkannya untuk mengisi baterai rumah (energy storage) mereka sebagai cadangan ketka tarif listrik tinggi. Penggunaan listrik dan perubahan tarifnya bisa dimonitor langsung secara real time dari gadget pintar di rumah-rumah. Bahkan prediksi tarif listrik untuk keesokan harinya pun bisa dicek di saat yang bersamaan. Dengan pemenuhan kebutuhan listrik secara mandiri, kota ini tidak perlu membeli listrik dari Kyushu Electric Power Company yang merupakan produsen listrik utama di Pulau Kyushu.

Energi berupa uap panas dialirkan ke berbagai proses produksi di pabrik termasuk untuk kepentingan medis di rumah sakit. Sedangkan hidrogen yang merupakan salah satu material dalam proses peleburan biji besi, dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada fuel cell baik itu sebagai baterai rumah ataupun mobil. Di kota ini terdapat 2 stasiun pengisian hidrogen untuk mobil yang merupakan kerjasama dengan Universitas Kyushu. Pengaturan energi yang optimal dipastikan melalui sistem yang terintegrasi dari mulai CEMS(City Energy Management System), kemudian di tiap bangunan pabrik ataupun perumahan dengan BEMS(Energy Management System) dan HEMS(Home Energy Management System).

Di kota ini juga terdapat amusement park bernama Space World yang memiliki berbagai macam atraksi seperti halnya Disneyland ataupun Fujikyu Highland. Jadi selain industri dan perumahan, tinggal di kota ini menjadi lebih menyenangkan dengan adanya fasilitas hiburan keluarga.

Setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata Pemerintah Kota Kita Kyushu memiliki kerja sama internasional dengan salah satu kota di Jawa Timur yaitu Surabaya. Pernyataan kerjasama dimulai pada Maret 2011 dengan tujuan optimalisasi pengolahan limbah pabrik di kawasan SIER (Surabaya Industrial Complex). Hasil konkretnya adalah pembangkitan energi cogeneration (uap panas & listrik) dan proyek hemat energi.

 

*) Penulis adalah Sarja Teknik lulusan Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. Sejak 2009 bekerja di Toshiba Corporation Japan pada Divisi Thermal & Hydro Power Systems Division khususnya membidangi renewable energy seperti geothermal, biomass dan solar. Penulis dapat dihubungi melalu e-mail ashari.hadianto [at] gmail.com.

Artikel ini direview oleh Aisar L. Romas

Referensi :
http://www.city.kitakyushu.lg.jp/kankyou/file_0325.html
http://www.iges.or.jp/en/news/event/isap2012/pdf/25/S3-2_1_Matsuoka.pdf
http://www.spaceworld.co.jp/attraction/index.php

No Comments

Post A Comment