Promia Jepang | [Laporan Kegiatan] Halal Bihalal PROMIA 2018 (Recharge Your Power of Networking)
726
post-template-default,single,single-post,postid-726,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

[Laporan Kegiatan] Halal Bihalal PROMIA 2018 (Recharge Your Power of Networking)

Dalam suasana Idul Fitri yang masih hangat, pada hari Sabtu, 14 Juli 2018, PROMIA menyelenggarakan Halal Bihalal yang dihadiri oleh profesional muslim dan muslimah dari daerah sekitar Kanto. Tidak lupa pula, Halal Bihalal ini disertai dengan kajian bertemakan “**Recharge Your Power of Networking**” untuk menambah semangat para profesional dalam mengembangkan _network_ baik dalam hal pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Acara kali ini cukup spesial karena kajian dibawakan oleh Dr. Saeed Akhtar yang berasal dari Pakistan. Beliau sekarang menjabat sebagai Direktur di perusahaan bernama Nippon Asia Halal Association. Perusahaan beliau ini bergerak di bidang sertifikasi halal untuk berbagai macam produk Jepang terutama makanan. Keseluruhan acara di pandu oleh Sdr. Faisal sebagai MC dalam dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Sebelum acara dimulai, para profesional melaksanakan shalat Zuhur berjamaah bersama warga lokal di Masjid Indonesia Tokyo. Saat itu, wajah-wajah baru para profesional muda yang pertama kali bergabung di PROMIA pun menghiasi keseruan dari acara Halal Bihalal kali ini.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat Q.S. Ali Imran ayat 133-136 yang berisikan perintah untuk meminta ampunan kepada Allah dan saling meminta maaf kepada sesama manusia. Ayat ini biasa dibacakan pada acara-acara bertemakan Halal Bihalal.

 

I. Recharge Your Power of Networking

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan kajian dari Dr. Saeed Akhtar dengan tema “Recharge Your Power of Networking“.

Pada sesi ini, beliau memaparkan esensi dari networking dari sudut pandang Islam dan beliau pun menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam penjelasannya.

Ketika beliau bertanya “Apa tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT?“, kebanyakan dari peserta menjawab “untuk beribadah (menyembah) Allah SWT“. Meskipun jawaban ini tidak salah, beliau menegaskan bahwa perlunya pemahaman yang lebih mendalam untuk mengetahui tujuan hidup manusia.

Singkatnya, beliau meringkas tujuan Allah menciptakan manusia untuk menjadi orang yang berilmu dan bertakwa. Sebagai orang berilmu, manusia dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia lain. Sebagai orang bertakwa, manusia dapat dengan ikhlas mengerjakan ibadah kepada Allah. Beliau menegaskan bahwa makna takwa bukanlah takut, seperti arti etimologisnya, tetapi takwa berarti cinta kepada Allah SWT.

Dengan takwa, kita pun diharapkan dapat membagi cinta kepada sesama manusia. Membagikan cinta inilah yang merupakan makna sesungguhnya dari networking dalam Islam. Tidak seperti kebanyakan sudut pandang bahwa dengan networking kita bisa banyak mendapat manfaat dari orang lain, beliau justru menjelaskan bahwa dengan Networking kita dapat bermanfaat untuk banyak orang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW “Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Selain itu, Dr. Akhtar pun menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk menciptakan sistem sosial dan mengatur hubungan antar manusia agar dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Sesi ini, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta pun antusias memberikan komentar tentang konsep networking yang cukup baru ini. Peserta lainnya pun ada yang bertanya mengenai latar belakang Dr. Akhtar hingga bisa menjadi Direktur di Nippon Asia Halal Association.

 

II. Perkenalan dan Bertukar Kartu Bisnis

Setelah kajian selesai, acara dilanjutkan dengan perkenalan dari masing-masing peserta karena tidak sedikit pula anggota yang baru berkesempatan hadir pada acara PROMIA. Ternyata, latar belakang dari para peserta cukup beragam dan cukup banyak pula peserta yang menunjukkan ketertarikannya pada bidang yang digeluti oleh peserta lain.

Perkenalan pun ditutup dengan pertukaran kartu bisnis dari masing-masing peserta. Setelah itu, para peserta melaksanakan Shalat Ashar berjama’ah di Masjid Indonesia Tokyo.

 

III. Penggalangan Dana untuk Korban Banjir

Selain kajian dan perkenalan, peserta PROMIA juga melakukan penggalangan dana untuk bencana banjir yang menimpa Jepang Barat. Alhamdulillah, penggalangan dana ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar 38,500 yen. Donasi ini disalurkan melalui KMI Okayama untuk korban bencana di Okayama.

 

*Penulis:
Faisal Ibrahim Hadiputra
Senior Engineer
Information Services International Dentsu (ISID), Ltd.

No Comments

Post A Comment