Promia Jepang | Pengajian 13 April 2013
151
post-template-default,single,single-post,postid-151,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Pengajian 13 April 2013

ditulis oleh Aisar L. Romas, S.T.*

Alhamdulillah, bertempat di kediaman pak Putra Pratama di daerah Myoden, Chiba, PP Kanto kembali menggelar pengajian pada 13 April 2013. Pemateri kali ini adalah Dr. Tetra Yanuariadi yang berprofesi sebagai Project Manager di International Tropical Timber Organization (ITTO).

Pak Tetra berbagi cerita tentang pengalamannya menekuni bidang kehutanan selama lebih dari 25 tahun. Sejak lulus Sarjana Kehutanan dari Universitas Mulawarman di tahun 1986, pak Tetra sudah mengabdi di departemen Kehutanan RI, hingga kemudian menamatkan Master dan Doktornya di Belanda pada tahun 1999.

Pengalaman paling berharga bagi pak Tetra adalah ketika beliau dipercaya menduduki jabatan di WWF Indonesia selama 1.5 tahun, yang akhirnya membawa karir beliau melesat, go international. Pada tahun 2007 beliau ditugaskan ke Jepang sebagai Atase Kehutanan KBRI Tokyo. Namun tidak sampai setahun, beliau dipromosikan untuk mengisi jabatan di ITTO, organisasi tertinggi internasional di bawah PBB yang mengurusi perdagangan kayu dan hasil hutan. Melewati seleksi yang sangat ketat dengan kandidat dari negara-negara lain, pak Tetra akhirnya resmi menduduki jabatan sebagai Project Manager sekaligus wakil satu-satunya Indonesia di ITTO.

Kepada peserta pengajian pak Tetra berpesan, Indonesia sebetulnya masih kekurangan wakil-wakil di organisasi-organisasi internasional. Jika kita lihat negara Asia berkembang lainnya seperti India dan Filipina, mereka bahkan menempatkan orang-orangnya dari level staff terbawah hingga level manajerial untuk memastikan kepentingan negaranya terwakili. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan dari organisasi internasional tersebut, misalnya dari ITTO, Indonesia telah menerima hibah (100% hibah, bukan pinjaman) senilai lebih dari 100 juta US Dolar untuk pengembangan masyarakat di sekitar hutan, konservasi hutan, peningkatan mutu produksi kayu dan hasil hutan, serta program-program lainnya.

Untuk menyimak materi pengajian selengkapnya, silakan mengakses materi berupa slide presentasi dan rekaman video di bawah ini.
[youtube http://youtube.com/w/?v=IsCl331baHM]

Introduction to ITTO-pp Kanto.pdf

No Comments
  • Ashari
    Posted at 13:14h, 16 April Reply

    makasih aisar atas notulennya. bagus juga rekaman videonya

Post A Comment