Promia Jepang | Persiapan Pulang untuk Selamanya (back for good) ke Indonesia
584
post-template-default,single,single-post,postid-584,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Persiapan Pulang untuk Selamanya (back for good) ke Indonesia

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang sebaiknya dipersiapkan ketika Anda, setelah beberapa tahun lamanya bermukim di Jepang, hendak pulang ke Indonesia secara tetap (a.k.a back for good).

Rekening Bank di Jepang

Jika Anda memiliki beberapa rekening bank, sedapat mungkin tutup secepatnya untuk rekening yang tidak perlu. Anda dapat menyisakan rekening bank di Jepang sekedar berjaga-jaga untuk melunasi tagihan kartu kredit ataupun sekiranya ada pembayaran gaji yang tertunda. Misalnya, jika Anda berhenti bekerja dan pulang ke Indonesia pada tanggal 31 Maret, maka tagihan kartu kredit Anda bisa jadi ditarik pada bulan Mei atau Juni (telat 2-3 bulan).

Di dalam prosedur resign, biasanya Anda akan menyatakan bahwa uang kekurangan dari perhitungan gaji akan otomatis dikurangi dari rekening bank Anda. Hal ini dikarenakan beberapa hal, misalnya Anda harus membayar juminzei atau pajak tempat tinggal sampai Mei di 1 tahun berikutnya; perhitungan lain, yaitu ketika uang taishokkin dari kantor atau yayasan pengelola pensiun ditransfer tersendiri di luar potongan tadi.

Idealnya, rekening yang diperkirakan sudah pasti tidak akan terpakai sebaiknya ditutup. Tapi sangat direkomendasikan untuk tetap menjaga setidaknya rekening pos dan 1 bank lainnya, jika seandainya Anda masih mau kembali ke Jepang (untuk sekedar jalan-jalan, atau takdir hidup membawa Anda harus kembali tinggal di Jepang).

Barang Ekspedisi

Jika dibandingkan dengan di Indonesia, beberapa barang (misalnya barang elektronika seperti handphone, tablet pc, dan lainnya) relatif bisa didapatkan dengan harga lebih murah di Jepang. Oleh karena itu, dengan memperkirakan harga kirim barang tersebut per-kilogram, jika dirasa lebih murah maka jangan ragu-ragu untuk mengirimkannya melalui jasa ekspedisi. Sedapat mungkin jangan terlalu bergantung mengirim paket dengan pos surface (alias funa bin atau pengiriman dengan kapal laut), karena selain lebih mahal, juga ada kemungkinan barang bisa tidak sampai. Hal ini dikarenakan pengiriman dengan kapal laut terkadang pengelolaan di Indonesia kurang begitu baik sehingga menyebabkan resiko hilangnya barang sebelum sampai ke tempat tujuan. Bahkan bukan hanya di negara tujuan saja, di tempat pengiriman awal (pelabuhan Jepang) pun bisa jadi barang terkatung-katung dikarenakan pengiriman dengan kapal laut harus menunggu waktu tertentu sampai kuota kapal tersebut penuh.

Nah, untuk barang-barang lain yang tidak dapat dikirim maupun tidak dirasa perlu untuk dikirim ke Indonesia bisa dijual, dibagikan maupun disumbangkan ke teman-teman atau mereka yang membutuhkan (misalnya masjid, perhimpunan pelajar, dll.). Kedua cara terakhir sangat disarankan untuk barang-barang yang masih layak pakai sehingga dapat terus dimanfaatkan sekaligus memperpanjang tabungan amal soleh di Jepang.

Membawa Pulang Uang ke Indonesia

Harap diingat bahwa menurut peraturan bea cukai, Anda hanya diizinkan untuk membawa uang cash sekitar 100 juta IDR atau 800,000 JPY dalam perjalanan Anda. Tentu saja jika Anda mau sembunyi-sembunyi membawa cash di dalam koper tentu bisa saja, tapi resiko harus ditanggung sendiri. Oleh karena itu sebaiknya Anda mentransfer uang untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Anda dianjurkan untuk membuka rekening mata uang JPY atau USD di Indonesia, sehingga Anda tidak perlu menukar mata uang saat remittance atau mengirim uang. Contohnya, rekening JPY dapat dibuat di bank BRI, di mana uang bisa ditukarkan ke rekening IDR tanpa ongkos tertentu selain rate penukaran valuta asing.

Perbedaan nilai valas sangat terasa apabila uang yang Anda kirim ada dalam unit 10 jutaan yen. Sedapat mungkin perkirakan penukaran uang Anda dengan kebebasan mentransfer uang JPY di saat rate-nya terhadap IDR sedang bagus. Contohnya, pada tanggal 14 Februari 2018, rate JPY terhadap IDR sedang dalam keadaan tinggi, yakni 125 rupiah/yen.

Re-entry Permit

Jangan lupa untuk mengurus re-entry permit ke imigrasi setempat sebelum pulang untuk selamanya. Dengan ini Anda terbebas untuk kembali ke Jepang tanpa visa, walau sudah lebih dari tahun setelah kepulangan. Contohnya, Anda bisa berhemat sekitar 6000 yen per orang, jika hendak kembali ke Jepang dengan visa multiple-entry.

Mengurus Pindah Alamat

Jagalah hubungan baik dengan teman Anda di Jepang, sekiranya Anda harus meminta tolong untuk diperbolehkan menggunakan alamat beliau untuk tujuan jusho henko todoke Anda yang berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang. Simpanlah kartu pos pengurusannya, sekiranya Anda perlu memperpanjangnya lewat internet. Panduan lengkap mengenai aturan bagi orang asing yang tinggal di Jepang bisa dibaca disini:

http://www.immi-moj.go.jp/newimmiact_1/pdf/language/012.pdf

Meninggalkan Tempat Tinggal sebelum Hari-H Kepulangan

Sedapat mungkin usahakan untuk meninggalkan apato/mansion/tempat tinggal Anda beberapa hari sebelum hari kepulangan. Hal ini dikarenakan agar Anda bisa membereskan semua biaya utility tempat tinggal Anda (air, listrk, gas, internet, dll.). Kontak perusahaan listrik, gas ,air, dan internet rumah Anda sebelumnya.

Mengurus Sampah

Meskipun Anda sudah menjual atau membagi-bagi barang peninggalan di rumah, tetap saja ada sampah tersisa. Jadwal pembuangan sampah, terutama sampah untuk barang-barang besar (sodai gomi) terbatas, dan sering sudah penuh ke satu bulan ke depan. Karena itu usahakan untuk mempersiapkan daftar barang yang hendak dibuang sehingga bisa dengan mudah dikumpulkan pada harinya. Pilihan lain adalah membawa sendiri barang Anda ke recycle shop atau pengumpulan sodai gomi.

Mengurus Surat Pindah ke Luar Negeri ke Balai Kota

Uruslah surat kepindahan Anda ke kuyakusho/shiyakuso tempat Anda tinggal, dengan tujuan agar Anda sudah terdaftar tidak tinggal di Jepang mulai tanggal tertentu. Anda juga bisa mengkonfirmasikan tagihan juminzei (atau pajak domisili) dibayar langsung sampai waktunya dari kantor. Pilihan lain, Anda bisa juga urus bayar sendiri langsung ke kuyakusho, kalau Anda masih ingin tinggal di Jepang walau sudah resmi resign dari pekerjaan sebelum pulang ke Indonesia.

Tapi ada satu hal yang jangan dilupakan yakni mencetak juminhyou Anda dengan semua data lengkap sebelum mengurus ini untuk jaga-jaga kalau Anda membutuhkan dokumen resmi ini nantinya.

Jika Anda mempunyai anak jangan lupa menghentikan kodomo teate (child allowance)-nya. Karena allowance ini ditransfer tiap setiap akhir 3 bulan, pastikan rekening Anda masih bisa menerima allowance, kecuali kalau sudah tidak butuh.

Keanggotaan Pensiun (Nenkin)

Untuk Anda yang sudah ikut keanggotaan nenkin selama 120 bulan, Anda layak untuk dapat pensiun di usia 65 tahun. Jadi pastikan jumlah keanggotaan Anda. Apabila Anda sudah bergabung selama 9tahun, atur waktu resign Anda sehingga bisa genap 120 bulan.

Cara mengkonfirmasinya adalah dengan pergi ke nenkin jimukyoku, dan meminta achievement keanggotaan Anda. Kalau petugasnya berbaik hati, mungkin Anda dibolehkan perhitungan jumlah pensiun tiap bulan yang di dapat nantinya. Contohnya adalah dengan resign setelah 121 bulan mengikuti keanggotaan nenkin.

 

Sumber: Dr. Danardono Antono (https://www.linkedin.com/in/danardono-antono-ph-d-30943913/)

Editor: Houari, Fahmi

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.