Promia Jepang | [Laporan Kegiatan] Silaturrahim PROMIA April 2018 (Menyambut Ramadhan dan Tips Hemat Pajak)
605
post-template-default,single,single-post,postid-605,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

[Laporan Kegiatan] Silaturrahim PROMIA April 2018 (Menyambut Ramadhan dan Tips Hemat Pajak)

Profesional Muslim Indonesia di Jepang (PROMIA) pada hari Ahad, 29 April 2018 kembali mengadakan acara rutin yang bertajuk “Silaturrahim & Berbagi Ilmu“.

Acara kali ini cukup menarik dengan dihadiri profesional muslim dan muslimah dari daerah sekitar Kanto. Acara semakin semarak karena dipandu oleh Bapak Sujud sebagai MC dan Bapak Fauzan  sebagai moderator. Beberapa profesional muslim tampak baru bergabung dalam forum tersebut untuk pertama kalinya terlihat antusias menyimak paparan yang disampaikan pembicara.

Tidak lupa, peserta saling berkenalan satu dengan lainnya sebelum acara dimulai untuk memperkokoh silaturahmi dan menjajaki peluang bersinergi pada bidang-bidang profesi yang sama.

I. Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Sesi pertama adalah tentang kajian keislaman dengan tema “Menyambut Bulan Suci Ramadhan” yang disampaikan oleh Ustadz Fata Fahmi.

Disela-sela kesibukan beliau yang sehari-hari beraktivitas sebagai staf pengajar Agama Islam di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), beliau masih berkenan menyempatkan hadir memberikan tausiyah tentang persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang hanya tinggal beberapa minggu ke depan lagi.

Pada sesi ini, beliau memaparkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan seperti yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 185.

Selain itu, Beliau juga menyampaikan bahwasanya perintah berpuasa dimulai di tahun kedua Hijriyah semasa Rasulullah SAW tinggal di Madinah. Imam Nawawi mencatat bahwasanya Rasulullah sendiri hanya menikmati Ramadhan sebanyak sembilan kali.

Ustadz Fata yang juga berlatar belakang seorang kepala sekolah SMPIT (Islam Terpadu) di Indonesia memaparkan bahwa dalam menyambut bulan suci Ramadhan kita juga perlu melakukan persiapan-persiapan layaknya seorang atlet yang akan mengikuti pertandingan Olimpiade.

Video Kajian Sesi 1: Tarhib Ramadhan Marhaban Yaa Ramadhan

II. Tips Hemat Pajak di Jepang

Acara selanjutnya adalah kajian umum yang mengambil topik bahasan “Tips Hemat Pajak di Jepang”. Pembahasan kali ini disampaikan oleh Bapak Pulung Waskito, seorang konsultan di perusahaan SAS Japan.  

Dengan sangat rinci, beliau menjelaskan bahwa pajak penghasilan itu dapat dihemat dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan menambahkan dependent atau tanggungan. Dengan piawai-nya beliau menjelaskan dan menampilkan flow-chart hubungan antar keluarga  yang bisa didaftarkan sebagai tertanggung.

Menurut perhitungan beliau, satu orang tertanggung yang didaftarkan sebagai dependant bisa mengembalikan atau menghemat sebesar 70,000 yen per tahunnya. Disamping keluarga dan anak sebagai tertanggung, ternyata kita juga bisa menyertakan ayah, ibu, kakak, adik, dan bahkan mertua sebagai tertanggung. Tentu saja, syarat dan ketentuan berlaku.

Hal yang paling menarik dari sesi ini adalah bahwa kita bisa meng-klaim kembali pajak yang dikeluarkan beberapa tahun kebelakang. Dalam sesi ini, beliau pun mendemonstrasikan bagaimana proses pelaporan pajak yang dapat dilakukan secara online.

Video Kajian Sesi 2: Tips Hemat Pajak di Jepang

Download dokumen:
Bagi rekan-rekan yang membutuhkan template dokumen dalam pelaporan pajak, silakan bisa mengunduh melalui link berikut: https://goo.gl/forms/P2R1QxBcByKa6zSd2

  • Password link di atas: Promia2018
  • Template dokumen: SPT, 戸籍謄本, 手渡し受領書, 出生証明書, 送金関係書類の明細書

 

III. Arsitektur Islam Modern

Acara selanjutnya adalah kajian bertemakan “Arsitektur Islam Modern” yang disampaikan oleh Prof DR. Nangkula Utaberta. Beliau adalah dosen di Universitas Putera Jaya Malaysia (UPM).

Di tengah kesibukan beliau dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Prof Nangkula menyempatkan diri berbagi ilmu seputar Arsitektur Islam di acara silaturrahim PROMIA. Dalam pembahasannya, beliau menjelaskan bahwa Arsitektur Masjid saat ini identik dengan  kubah dan menara sebagai identitasnya. Padahal menurut beliau, dalam mendesain sebuah masjid, hal utama yang perlu diperhatikan adalah pembentukan institusi atau sistem kepengurusan masjid sebelum bangunan fisik masjid tersebut dibangun.

Banyak Masjid saat ini baik di Malaysia maupun di Indonesia hanya 10%-15% area yang terpakai sebagai fungsi ibadah. Hal ini sangat disayangkan karena 85%-90% area yang lain tak berfungsi sehingga menjadi mubazir. Padahal dalam islam mubazir adalah perbuatan yang sangat tercela.

Melalui pendekatan ini, Prof. Nangkula memaparkan beberapa desain Masjid yang telah beliau kerjakan, yang diantaranya tanpa kubah dan menara. Menurut beliau, hal ini dapat menghemat biaya hingga 25%-30%. Dari pemaparan beliau, poin paling penting adalah bahwa masjid sebagai sarana ibadah untuk itu hal yang harus diperhatikan adalah fungsi value atau nilainya bukan dari bangunan fisiknya.

Video Kajian Sesi 3: Memahami Arsitektur Masjid

File presentasi : https://app.box.com/s/hdkqcip6p6x4dtiffx9un4udv7jisqnj

*Penulis: Fernandes
*Editor: Faisal Ibrahim

Gallery

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”3″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_thumbnails” override_thumbnail_settings=”0″ thumbnail_width=”240″ thumbnail_height=”160″ thumbnail_crop=”1″ images_per_page=”40″ number_of_columns=”4″ ajax_pagination=”1″ show_all_in_lightbox=”1″ use_imagebrowser_effect=”1″ show_slideshow_link=”1″ slideshow_link_text=”[Show slideshow]” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]

 

No Comments

Post A Comment